Misi Udara Rahasia Pasca 9/11 Demi Selamatkan Korban Gigitan Ular Mematikan
Redaksi2 menit baca

Pasca-serangan teror 11 September 2001, Amerika Serikat menutup total seluruh penerbangan sipil dalam kebijakan grounding yang sangat ketat. Namun, pada 12 September 2001, dibuat satu pengecualian langka demi menangani situasi medis kritis yang melibatkan gigitan salah satu ular paling berbisa di dunia. Sebuah jet khusus lepas landas dari Florida menuju California untuk mengambil pasokan langka anti-bisa ular inland taipan (taipan pedalaman) yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan Lawrence Van Sertima (62), dan perjalanan itu berlangsung dengan pengawalan dua jet tempur militer, sebagaimana dilaporkan NDTV pada Rabu (9/9/2026).
Lawrence Van Sertima, seorang pawang ular berpengalaman, digigit di ibu jari saat berupaya memasukkan seekor taipan pedalaman asal Australia ke dalam kandang pada sore hari sebelum penerbangan darurat tersebut. Ular ini dikenal memiliki salah satu racun paling mematikan di Bumi, dan kondisi Van Sertima cepat memburuk setelah ia dibawa melalui jalur darat ke Baptist Hospital di Miami akibat penghentian semua penerbangan sipil pasca-9/11. Di rumah sakit, ia mengalami pendarahan internal hebat, dengan darah keluar dari mata, telinga, dan mulut, menandakan situasi yang sangat gawat.
Kapten Al Cruz dari Miami-Dade Fire Rescue, pendiri unit khusus Venom One yang menangani kasus gigitan ular, segera memberikan lima vial anti-bisa yang tersedia di unitnya. Meski seluruh stok itu digunakan, penanganan tersebut tidak memadai karena Van Sertima membutuhkan penawar khusus yang dirancang untuk gigitan ular taipan. Saat itu, hanya ada dua pasokan anti-bisa taipan yang diketahui di seluruh Amerika Serikat, masing-masing berada di Kota New York dan Kebun Binatang San Diego, sehingga akses terhadap obat penawar menjadi tantangan besar di tengah pembatasan udara nasional.
Kapten Al Cruz menghabiskan lebih dari enam jam menghubungi berbagai lembaga untuk mencari cara mengirimkan anti-bisa itu ke Miami. Upaya tersebut kemudian dieskalasi oleh pejabat rumah sakit dan tim pemadam kebakaran ke Badan Penerbangan Federal AS (Federal Aviation Administration/FAA). Beberapa saat lewat tengah malam, Johnny Delgado, pengawas layanan ambulans udara Baptist Health South Florida, berhasil mengontak seorang pejabat FAA yang ia kenal melalui Association of Air Medical Services. Delgado menegaskan bahwa permintaan penerbangan di tengah pengamanan nasional yang sangat ketat ini memang luar biasa dan di luar kebiasaan, tetapi tanpa misi udara darurat tersebut, peluang Van Sertima untuk bertahan hidup nyaris tidak ada.


